Masih Perlukah Kita ke Kantor? | CoHive

Masih Perlukah Kita ke Kantor?

Masih Perlukah Kita Ke Kantor? | Ubah Cara Kerjamu | COCOWORK

Internet telah mengubah dunia, khususnya bagi kehidupan para pekerja kantor. Benarkah pendapat demikian?

Internet mengubah dunia, khususnya bagi pekerja kantor? Ya, hal ini tidak bisa disangkal lagi. Sejak ditemukan pada awal 1990-an, internet mampu bertransformasi dari sebuah teknologi menjadi kebutuhan hidup. Tidak percaya? Coba saja lemparkan pandangan di sekitar, semua orang kini kiranya telah menjadikan smartphone sebagai pasangan hidupnya.

 

Keberadaan internet membuat segala sesuatu menjadi mudah. Apalagi untuk urusan berhubungan dengan orang yang jauh. Dengan internet, berbicara secara tatap muka dengan saudara di ujung dunia hanya sebatas memencet layar smartphone saja. Bahkan teknologi ini juga akan membuat semua orang terhubung, baik dari yang kenal hingga yang tidak dikenal.

Sama seperti yang pernah diprediksi oleh ahli ekonomi dari Inggris, Frances Cairncross. Menurutnya, jarak akan mati. Hal ini diungkapkan pada masa awal internet diperkenalkan. Beliau sudah memprediksi, hubungan antarmanusia tidak akan terbatas lagi oleh ruang dan waktu

Baca juga: Olahraga Jadi Lebih Mudah dengan 5 Startup Ini

Oleh karena itu, dengan adanya internet, urusan pekerjaan seharusnya menjadi jauh lebih mudah dilakukan. Hingga akhirnya, masuk kantor pun seharusnya menjadi tradisi yang sudah harus ditinggalkan. Benarkah demikian?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak ulasannya di bawah ini.

Jarak dan waktu

Untuk pergi ke kantor, seseorang harus berurusan dengan jarak dan waktu. Dua aspek ini tanpa sadar memberikan tantangan yang harus selalu ditaklukan setiap harinya. Mengapa? Karena bagi mereka yang bekerja di kota besar Indonesia, keduanya masih jadi faktor yang belum bisa dipenuhi secara ideal.

Seperti yang telah diketahui bersama, mencari tempat tinggal di kota besar butuh biaya yang besar pula. Bahkan untuk punya rumah di daerah pinggiran pun perlu usaha ekstra dalam pekerjaan setiap harinya. Hal ini yang kemudian membuat jarak antara tempat tinggal dan kantor menjadi tidak ideal.

Begitu juga dengan waktu. Adanya jarak yang tidak ideal antara kantor dan tempat tinggal belum bisa dipenuhi sistem transportasi yang baik. Oleh karena itu, waktu tempuh dari rumah ke kantor pun akan selalu berbeda setiap harinya.

Adanya commuter line pun belum mampu sepenuhnya menjadi solusi. Ketepatan waktu moda transportasi ini saja terkadang masih meragukan. Begitu pula bila menggunakan kendaraan pribadi. Di Jakarta saja, jarak yang seharusnya bisa ditempuh selama 15 menit membutuhkan waktu hampir satu jam. Belum lagi ketika hujan turun, estimasi durasi perjalanan perlu dikuadratkan.

Baca juga: Mengajak Pekerja Konvensional Bekerja di Coworking Space

Problematika jarak dan waktu membuat kebanyakan orang memilih mengerjakan pekerjaannya dari rumah. Hal ini kebanyakan dilakukan untuk menghilangkan stres yang melanda selama perjalanan. Sekadar informasi, dilansir dari kompas.com, Jakarta berada di posisi ke-18 sebagai kota paling stres di dunia.

Bisa jadi bekerja dari rumah atau pun secara remote akan membantu menurunkan tingkat stres di Jakarta. Toh, pekerjaan pun bisa lebih cepat selesai tanpa perlu berurusan dengan jarak dan waktu. Kordinasi bisa dilakukan melalui aplikasi pesan lintas platform seperti WhatsApp, Telegram, Line, dan masih banyak lagi.

Memudahkan Koordinasi

Meski terdengar meyakinkan, bekerja dari rumah ternyata hanya menguntungkan bagi pekerja/pegawai saja. Namun untuk departemen Human Resources atau pun si pemilik perusahaan, sistem bekerja remote bisa jadi hal yang penuh tantangan.

Unsur kepercayaan masih jadi isu utama mengapa banyak perusahaan masih belum menerapkan sistem kerja remote. Cary Cooper, profesor Lancaster University Management School, mengatakan, “Para manajer ingin pegawainya bekerja di kantor karena mereka ingin melihat wilayah kekuasannya di depan mata. Semua tentang masalah kepercayaan.”

Join Our Newsletter


Faktor ketidakpercayaan terhadap pegawai ini banyak juga yang menyebutkan sebagai kelemahan dari atasan. Karena banyak pegawai yang justru bisa menyelesaikan pekerjaan ketika melakukan remote working atau berada di rumah.

Akan tetapi, ketakutan yang dirasakan bukan tanpa alasan. Karena belum semua pekerja bisa bertanggung jawab pada pekerjaannya, terutama di Indonesia. Beberapa oknum pekerja justru memanfaatkan sistem remote working sebagai kesempatan mangkir atau tidak menepati deadline.

Oleh karena itu, bekerja di kantor masih jadi cara yang mudah untuk mengontrol pegawai. Selain itu, kordinasi pun bisa dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa harus saling menunggu.

Coworking Space Sebagai Jawaban

Dengan kondisi ketidakpercayaan yang masih menjadi kendala besar dalam urusan remote working, mungkin perusahaan sudah mulai bisa mempercayakan coworking space sebagai salah satu solusi.

Pesatnya perkembangan coworking space di Indonesia membuat bangunan jenis ini sudah tersedia dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu, perusahaan bisa menggunakan coworking space di beberapa daerah ketimbang menyewa satu gedung kantor.

Baca juga: Ketika Rumah Tak Lagi jadi “Surga” Para Freelancer

Keuntungan dari menggunakan coworking space untuk perusahaan salah satunya adalah membuat pekerjanya bisa lebih dekat dengan tempat tinggal. Kondisi itu akan membuat pekerja terbebas dari urusan jarak dan waktu yang bisa membuat stres.

Selain itu, menyewa coworking space bisa jadi malah menghemat biaya perusahaan, terutama perusahaan yang masih merintis seperti startup atau pun UKM. Karena menyewa gedung di pusat kota tentu saja mahal dan biaya operasional pun menjadi semakin bengkak.

Dengan melihat permasalahan yang ada, bekerja dari kantor nampaknya masih tetap akan menjadi pilihan hingga beberapa tahun ke depan. Meskipun sebenarnya keberadaan pegawai di kantor sudah tidak lagi relevan dengan tingkat produktivitasnya.

Namun, harapan sistem kerja remote akan menjadi masa depan dalam bekerja pun masih cerah. Sebab, startup Unicorn sudah bisa membuktikannya. Jadi, bukan tidak mungkin organisasi konvensional pun akan segera mengadaptasi sistem kerja tersebut.

Jadi, tentang pertanyaan masih perlukah kita ke kantor, seharusnya bisa dijawab dengan bagaimana kita bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaan, bukan? Untuk itu, Anda bisa memulainya dengan menyoba bekerja di coworking space yang tersebar di Jakarta.

Facebook Comments

Next Read

Mengajak Pekerja Konvensional Bekerja di Coworking... Saat ini, sudah sewajarnya semua perusahaan mulai membebaskan para karyawannya menggunakan coworking space. Mau tahu alasannya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *