Wanita dan Tren Coworking di Indonesia | Ubah Cara Kerjamu

Wanita dan Tren Coworking di Indonesia

Wanita dan Tren Coworking Space di Indonesia

Coworking space bertransformasi dengan demografi yang lebih spesifik, tidak hanya untuk pekerja lepas, tapi juga pekerja wanita.

Bagi para pekerja remote, fleksibilitas tentu menjadi hal menyenangkan karena mereka dapat menjalankan tugasnya dari rumah, luar kantor, atau bersama rekan-rekannya. Maka dari itu, kehadiran coworking space tentu sangat membantu produktivitas para pekerja tipe tersebut di tengah perkembangan tren coworking di berbagai belahan dunia.

 

Bahkan, coworking space kini bertransformasi dengan demografi yang lebih spesifik, misalnya, menjadi tempat bekerja para arsitek, penulis lepas, digital nomad, hingga yang sempat menjadi perbincangan hangat, yaitu coworking space khusus pekerja wanita. Pembahasan terakhir pun menarik untuk dicermati lebih lanjut.

Baca juga: Menjawab Tantangan Zaman Lewat Peran UX Writer

Menurut artikel The Week edisi 28 April 2018, kemunculan tren coworking space untuk para wanita diklaim bermula karena anggapan adanya ketidaknyamanan dalam suasana coworking space yang mayoritas dipenuhi para pekerja pria di Amerika Serikat. Bahkan, sempat pula muncul anggapan broworking untuk menanggapi situasi tersebut.

Sejatinya, kemunculan tren coworking space khusus wanita ini terjadi seiring banyaknya kasus pelecehan seksual di tempat kerja yang sempat memunculkan tagar #MeToo di Amerika Serikat. Oleh karenanya, coworking space didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi sejumlah persoalan itu, meski tidak menjamin penuh masalah teratasi.

Pada 2016, The Wing, satu di antara perusahaan coworking space di Amerika Serikat, pun akhirnya mempelopori coworking space khusus wanita. Upaya tersebut sempat mendapat tanggapan positif. Bahkan, saat ini, The Wings dikabarkan telah memiliki lebih dari 1.500 anggota di total tiga kota di Negeri Paman Sam.

Langkah The Wing pun menjadi inspirasi bagi The Coven, yang juga mendirikan coworking space khusus wanita di Minnesota, April 2018. Saat ini, The Coven dikabarkan telah memiiki anggota lebih dari 500 orang.

“Banyak wanita yang merasakan berbagai aspek yang di dunia ini dibangun para pria. Entah di sengaja atau tidak, berbagai hal itu seperti semuanya untuk pria. Di tempat ini akan membuat Anda belajar menjadi diri sendiri. Anda juga bisa mengatasi masalah-masalah seperti itu,” kata Liz Giel, salah satu pendiri The Coven.

Rasa aman dan fasilitas berbeda

Salah satu esensi awal munculnya coworking space khusus wanita ini tentunya adalah memberikan rasa aman. Hal ini berkorelasi beberapa masalah yang kerap ditemui sejumlah pekerja wanita. Salah satunya pelecehan seksual, baik dalam bentuk tindakan maupun ucapan, dalam tempat kerja di Amerika Serikat.

Menurut data hustlecowork.com, 1/3 pekerja wanita di Amerika Serikat yang mereka wawancarai pernah mengalami pelecehan seksual tersebut dan 60 persen di antaranya tidak melaporkan kepada pihak berwajib. Oleh karenanya, coworking space didesain sedemikian rupa untuk memberikan konsep safe space untuk para wanita.

Selain itu, salah satu daya tarik coworking space wanita ini juga terdapatnya fasilitas-fasilitas yang dihadirkan untuk para anggotanya. Di The Coven, misalnya, yang menghadirkan nuansa feminim. Sejak berada di pintu masuk dihiasi ilustrasi wajah para artis lokal, mulai dari Harriet Tubman, Ashley Mary, hingga Rihanna.

Baca juga: Digital Nomad, Perubahan Disruptif atau Peluang?

Selain itu, mereka menyediakan ruang menyusui, kamar mandi, serta powder room, lengkap dengan aksesori kecantikan. Para anggota pun bisa mendapatkan program mengikuti workshop dengan narasumber kredibel setiap bulannya dengan tema-tema khusus, mulai dari menjaga kesehatan hingga perawatan kecantikan.

“Para pengusaha (coworking space) ini menyadari ada celah dalam sistem dan mereka menyediakan hal tersebut,” kata Ellen Galinsky, Presiden dan pemilik Families and Work Institute, seperti dilansir Washington Post.

Join Our Newsletter


Dari pernyataan Ellen Galinsky tersebut pun menegaskan, model coworking space khusus wanita memang tidak hanya menciptakan ruang bekerja “aman”, tetapi juga pemahaman bisnis yang sangat baik. Apalagi, pada era sekarang, sudah banyak contoh peran wanita di berbagai bidang untuk mendukung perekonomian negara.

Indonesia

Di Indonesia, misalnya. Menurut hasil riset McKinsey Global Institute 2018, Indonesia tercatat menjadi salah satu negara yang memiliki pengusaha wanita terbesar di dunia. Bahkan, berdasar data World Bank, pengusaha wanita di Indonesia menyumbang 9,1 persen dari total GDP pada 2017.

Pada tahun sebelumnya, Indonesia berada di peringkat pertama dari total 65 negara dengan aktivitas perekonomian dari pengusaha wanita, menurut Global Entrepreneurship Monitor pada 2016. Pengusaha wanita Indonesia juga tercatat selalu ingin mengembangkan bisnisnya sangat baik untuk mendapatkan “pengakuan aspirasi lebih”.

Dari data di atas, tidak mengherankan apabila saat ini di Indonesia banyak muncul startup yang didirikan para pengusaha wanita berbakat. Sebut saja Arini Astari, pendiri startup Belsbee yang mengembangkan bisnis penyewaan pakaian gaun dan kebaya, atau Aulia Halimatussadiah dengan Nulisbuku yang memudahkan penulis lepas, atau Cynthia Tenggara yang mengembangkan bisnis catering online lewat Berrykitchen.

Baca juga: Startup Fintech dan Masa Depan UKM di Indonesia

Terkait tren coworking space, Indonesia memang belum menghadirkan coworking space khusus wanita seperti yang sudah berjalan di Amerika Serikat, London, dan beberapa negara lainnya. Namun, bukan tidak mungkin dengan banyaknya kemunculan startup dan tren bisnis coworking space yang terus meningkat, hal tersebut bisa terealisasi.

Apalagi, pegiat startup dalam industri digital yang terus menjamur tersebut menjadi salah satu pendorong pertumbuhan coworking space di Indonesia. Belum lagi bicara faktor modal yang biasanya bagi entrepeneur baru, akan tergolong berat apabila mereka harus menyewa kantor untuk menjalankan bisnisnya.

Facebook Comments

Next Read

Coworking Space di Seputaran Senayan untuk Jurnali... Di seputaran Senayan terdapat coworking space yang bisa Anda gunakan untuk bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *