Mendesain Coworking Space untuk Semua Generasi | Ubah Cara Kerjamu

Mendesain Coworking Space untuk Semua Generasi

Coworking space untuk semua generasi

Diperlukan metode khusus saat mendesain ruang kerja yang dianggap memiliki pengaruh terhadap produktivitas.

Sejumlah kafe memberikan pilihan tempat duduk sofa nyaman dengan meja bundar di depannya. Di tempat lain, desain interior meja panjang dengan deretan kursi di depan jendela panjang juga jadi sisi marketing yang ditawarkan tempat nongkrong. Pemandangan itu sering kita temui di kafe-kafe pada umumnya.

 

Banyak orang yang datang ke kafe, tidak hanya untuk makan atau berkumpul bersama rekan, tetapi juga untuk membuka laptop atau menyelesaikan tugas-tugas kantor atau kuliah. Kadang, urusan menu jadi nomor dua dan orang-orang lebih melihat dari hal-hal kecil, seperti tempat duduk, mejanya, serta ruangnya.

Baca juga: Komunitas dan Industri 4.0 dalam Keseharian Kita

Dari kondisi tersebut pun terlihat, dekorasi, desain, dan suasana ternyata sangat penting menggenjot produktivitas. Bukan hanya tempat yang mudah dijangkau banyak orang, tapi tempat yang nyaman untuk bekerja lebih banyak dan lebih cepat.

Director and Co-Founder of XDesk, Jamie Fertsch, juga menyinggung masalah kebahagiaan dalam bekerja dari desain workplace.

“Produktivitas tempat kerja bukan tentang bisa pergi dari titik A ke titik B dalam waktu yang paling tepat, melainkan juga mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cara seefisien mungkin sambil tetap mempertahankan tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan,” ujar Jamie Fertsch, dikutip dari Business News Daily.

Di coworking space, lokasi strategis memang jadi sisi marketing yang paling baik, tapi desain dari tempat itulah yang sebenarnya menjadi barang jualan untuk orang-orang datang ke sana. Ditambah lagi, pasar coworking space dewasa ini sudah semakin berkembang hingga membuat rentang usianya menjadi sangat jauh.

Para milenial memang merupakan sasaran utama pasar coworking space dengan segala rasa ingin bebas dan mengatur pekerjaan mereka sendiri. Tidak heran, generasi inilah yang paling banyak memenuhi tempat-tempat ini. Namun, generasi yang lebih muda, Gen Z, pun sudah mulai untuk datang ke coworking space dan meluangkan waktu mereka di sana.

Baca juga: Digital Nomad, Perubahan Disruptif atau Peluang?

Generasi yang lebih tua, baby boomer, juga sering menggunakan coworking space untuk tempat bekerja. Oleh karena itu, mau tidak mau, harus ada strategi khusus untuk mendesain coworking space supaya bisa ditempati dengan nyaman oleh semua kalangan.

Alasan “Space” Sangan Penting di Coworking Space

Setiap individu berbeda dan masing-masing mereka tidak bisa dimasukkan ke dalam kotak yang sama. Karena itu, kadang ada perbedaan produktivitas dalam setiap orang di dalam kantor yang sama. Kita baru melihat dari sisi produktivitas, belum dari generasi apa orang tersebut lahir dan tipe seperti apa dia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Para milenial sekarang sedang berada di antara baby boomer dan Gen Z. Cara dan gaya bekerja generasi-generasi tersebut pun berbeda. Introver dan ekstrover punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi dengan orang lain. Di samping itu, para pekerja solo dan grup pun kiranya akan punya tipikalnya masing-masing.

Join Our Newsletter


Coworking space kiranya dapat berinvestasi yang besar dalam desain guna membuat pekerja merasakan manfaat bekerja di sana; bukan hanya soal produktivitas, melainkan juga kemudahan berhubungan dengan orang lain.

Para penyedia layanan coworking space pun dapat menyediakan tempat terbaik untuk banyak orang menyelesaikan tugas mereka, sekaligus memberikan motivasi dan menjaga kesehatan, dalam artian work life balance, selama bekerja.

Memilih Coworking Space yang Tepat

Memilih coworking space yang tepat untuk bekerja tentu memerlukan banyak faktor. Misalnya, sebuah pantry yang menyediakan kopi gratis mungkin jadi fasilitas yang dicari banyak orang. Begitu pula dengan desain yang perlu juga diperhatikan.

Space Matrix melaporkan, beberapa kunci yang buat desain coworking space itu sangat berpengaruh. Salah satu poinnya menyebutkan, menambahkan unsur alam mampu meningkatkan ketenangan. Menambahkan tanaman hias, tembok hidup, dan sejumlah jendela untuk pencahayaan alami membawa manfaat pada fisik dan psikologis untuk meningkatkan kreativitas di dalam bekerja.

Baca juga: Startup Fintech dan Masa Depan UKM di Indonesia

Kaum milenial lebih suka dengan suasana terbuka dengan meja panjang untuk memudahkan seseorang berkomunikasi dengan orang lainnya. Namun, sebuah tempat tertutup juga kadang menjadi perhatian banyak orang, khususnya introver, pekerja solo, atau mereka yang ingin segera menyelesaikan pekerjaannya.

Coworking space yang baik juga butuh sebuah ruangan breakout untuk bersantai atau bahkan mengeluarkan ide baru. Di tempat tersebut, berbagai aktivitas, termasuk kolaborasi antar rekan kerja pun dapat terjadi.

Demikian pula dengan setiap sudut di coworking space yang bisa berguna untuk masing-masing pekerja dengan latar belakang yang berbeda pula. Pekerja yang datang ke sana tinggal menentukan saja ruang mana yang ingin dipilih untuk menjadi lebih produktif agar berbagai tugas yang mereka kerjakan bisa maksimal.

Facebook Comments

Next Read

Wanita dan Tren Coworking di Indonesia Coworking space bertransformasi dengan demografi yang lebih spesifik, tidak hanya untuk pekerja lepas, tapi juga pekerja wanita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *