5 Alasan Coworking Space Masih Akan Terus Diminati | Ubah Cara Kerjamu

5 Alasan Coworking Space Masih Akan Terus Diminati

5 alasan coworking space bakal terus diminati.

Bisnis coworking space diperkirakan akan terus diminati karena beberapa faktor yang terus berkembang dalam dunia kerja kita.

Bekerja di coworking space tampaknya bukan jadi pilihan menarik 10 atau 15 tahun yang lalu. Banyak entreprenuer yang masih terbiasa dengan menyewa gedung besar atau bangunan sejenisnya dengan desain kantor meja kerja cubicle untuk setiap karyawannya. Lalu, internet bekerbang dan boom! Sejumlah inovasi baru muncul dari ide-ide yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Coworking space jadi salah satu ide yang lahir pada era modern. Sebuah tempat yang tidak mengikat untuk bekerja apa pun dan kapan pun ini yang akhirnya memunculkan banyak ide lainnya. Sekarang kita bisa lihat sendiri ada banyak perusahaan yang lahirnya dari sebuah coworking space dan berawal dari dua atau tiga orang karyawan saja.

Baca juga: Coworking Space dan Tantangan Bernama Regulasi

Semakain hari, coworking space pun semakin mudah ditemukan. Di kota-kota besar khususnya, para entrepreneur berlomba-lomba untuk membuat tempat sejenis dengan konsep yang unik. Lalu, mengapa coworking space diminati hingga sekarang? Ada sejumlah alasan yang mendasarinya. Simak sejumlah alasan yang cukup masuk akal di bawah ini!

1. Pertumbungan Digital Nomads dan Remote Workers

Internet mengubah wajah manusia. Ada kalanya, pencari kerja mengirimkan Curriculum Vitae (CV) mereka dalam sejumlah amplop dan mempercayakannya kepada pos untuk menyampaikannya ke perusahaannya. Internet menggantinya dengan email dan submit CV langsung via website. Lalu, proses tatap muka saat interview yang tergantikan dengan skype dan meet.

Kita sudah memulainya di awal terikat dengan sebuah pekerjaan. Lalu, banyak orang yang melanjutkannya setelah mereka terikat dengan sebuah pekerjaan. Munculah digital nomads dan remote workers yang mencari kesempatan mendapatkan penghasilan dengan memanfaatkan akses internet.

Join Our Newsletter


So, kita tidak bisa lagi menyalahkan kalau tipe pekerja ini butuh sebuah “rumah” untuk mereka menjalankan aktivitas mereka. Baik digital nomads maupun remote workers, bukanlah pekerja 9-to-5. Mereka butuh fleksibilita yang tinggi. Karena itu, semakin banyaknya coworkers tipe ini, akan semakin berkembang pula coworking space.

2. Harga Lebih Murah Dibanding Sewa Kantor

Dilihat dari sisi ekonominya, menyewa sepetak tempat yang memang digunakan oleh digital nomads atau remote workers akan lebih murah dibanding menyewa gedung. Tidak menyewa gedung berarti tidak pusing dengan dekorasi kantor, instalasi internet, dan biaya keamanan.

Coworking space pun sudah memiliki dekorasi ruangan yang memang dibuat untuk memberikan kenyamanan buat orang yang datang ke sana. Coworking space pun memiliki sejumlah fasilitas yang akan langsung didapat dalam sekali bayar uang sewa, seperti colokan listrik, internet, toilet, dan kopi. Dengan kata lain, coworking space merupakan sisi ekonomis dari seni sebagai seorang pekerja.

3. Fleksibel dalam Urusan Apa pun

Internet membuat segala hal jadi terasa mungkin, termasuk bekerja dengan orang lain yang berada di zona waktu yang berbeda. Batasan waktu bekerja 9-to-5 buat employee tidak terlalu fleksibel dalam urusan waktu. Hal ini yang juga memacu sebuah coworking space untuk terus ada dan berkembang.

Baca juga: Untung – Rugi jika Menjadi Digital Nomad

Hakikatnya, sebuah coworking space itu menyediakan waktu 24 jam selama 7 hari. Kapan pun seseorang butuh tempat untuk menyelesaikan pekerjaannya, coworking space-lah jawabannya. Kita juga tidak bisa memungkiri bahwa ada sejumlah orang yang lebih senang bekerja pada larut malam, bukan.

4. Komunitas Para Pekerja

Kita semua tahu bahwa coworking space akan diisi oleh para pekerja dari sejumlah background, mulai dari pekerja di bisnis startup, entrepreneurs, freelancers, home workers, dan juga remote workers pastinya. Tempat ini juga yang akan menghubungkan orang-orang tersebut dalam sebuah komunitas lainnya.

Dengan konsep komunitas, tidak ada lagi sebuah “politik kantor” atau persaingan tidak sehat karena satu dan yang lainnya akan meminta pendapat untuk kemajuan bersama. Coworking space juga bisa menjadi tempat seorang freelancer menemukan peluang lain dalam kariernya.

5. Coworking Space Adalah “Kantor” Masa Depan

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Calgary mengungkapkan, para karyawan akan mendapatkan tekanan fisik, kinerja yang menurun, dan hubungan rekan kerja yang renggang saat bekerja di kantor konvensional yang punya konsep open offices. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh University of Minnesota juga mengatakan, open-office workers akan menurunkan privacy dan meningkatkan gangguan suara.

Dengan kata lain, mengubah konsep kantor dari cubicle menjadi open-office malah akan berpengaruh buruk pada produktivitas karyawannya. Ada cara lain yang bisa membuat seseorang menjadi lebih produktif dan kreatif. Seseorang pekerja harus memiliki sebuah otonomi dan control dari apa yang mereka kerjakan.

Baca juga: Produktivitas Vs Komunitas dalam Coworking Space

Bukan dalam arti bebas-sebebas-bebasnya. Otonomi dan control ini berarti seorang pekerja tahu apa yang harus mereka kerjakan, kapan waktu pengerjannya, dan dengan siapa pekerjaan tersebut akan dikerjakan. Singkat katanya, setiap orang seharusnya bebas memilih cara mengerjakan pekerjaan yang tepat untuk mereka.

Coworking space bukan sebuah open-office yang buat seseorang bisa merasa terganggu karena orang di sebelahnya. Namun, menawarkan konsep bekerja yang lebih leluasa untuk setiap pekerja melakukan pekerjaannya masing-masing. Jika pengertian dari konsep ini bisa terus dipertahankan dan dikembangkan, akan semakin banyak coworking space muncul di masa depan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *