Baby Boomers: Bisakah Survive di Coworking Space? | Ubah Cara Kerjamu

Baby Boomers: Bisakah Survive di Coworking Space?

Baby Boomers dan Coworking Space

Dapatkan baby boomers bisa memanfaatkan coworking space untuk memaksimalkan pekerjaannya dan lebih produktif?

Bisa dibilang, coworking space diciptakan oleh kaum milenial untuk memenuhi kebutuhan para milenial melakukan beragam pekerjaan mereka. Semua yang berhubungan dengan internet, perangkat mobile, hingga focus group discussion untuk bekerja memang baru terlihat di era modern seperti sekarang ini. Jika kita mundur ke belakang, sistem kerja dengan memanfaatkan semua perangkat tersebut masih hanya sekadar mimpi dan angan-angan belaka.

Berdasarkan data yang dilansir dari Tempo.co, pertembuhan coworking space sejak 2016 hingga 2018, sudah mencapai 400%. Itu artinya, masih banyak peluang yang bisa terjadi di dalam coworking space. Ini pun menunjukkan selalu ada peluang baru untuk mereka yang sudah memasuki usia senja.

Baca juga: Coliving Jadi Tren Baru Setelah Coworking Space Menjamur

Data menunjukkan, rata-rata pekerja yang bekerja di coworking space berusia 34 tahun. Usia tersebut kiranya bukanlah usia dari kaum milenial bahkan sama sekali tidak mendekati. Bila dihitung dari usia lahirnya, milenial sekarang masih menginjak usia 25—29 tahun. Dengan kata lain, rata-rata usia dari para pekerja di coworking space seharusnya 27 tahun.

Kaum baby boomers-lah yang membuat rataan usia para pekerja yang bekerja di coworking space itu naik sangat pesat. Ya, sharing office sekarang sudah dilakukan oleh pekerja produktif dari berbagai usia.

Banyak faktor yang membuat kaum “senior” ini tidak ragu untuk masuk ke coworking space dan melakukan banyak hal. Selain biaya yang lebih terjangkau, desain jadi faktor yang bisa dimanfaatkan oleh baby boomers untuk betah bekerja di coworking space.

Bekerja maksimal

Masih banyak orang yang percaya jika pekerjaan bisa dilakukan dengan maksimal saat bekerja di ruangan tertutup dan tanpa gangguan. So, coworking space memberikan private room yang bisa disewa. Sistem konvensional yang dulu ada di kantor-kantor lama pun sudah tidak lagi dirasakan. Namun, para baby boomers masih butuh yang namanya meeting room tempat banyak orang berkumpul untuk saling bertukar pikiran.

Konvensional? Mungkin saja. Namun, coworking space menyediakannya. Mereka pun bisa menyewanya secara harian, mingguan, maupun bulanan. Itu sebabnya baby boomer seperti menemukan “rumah” baru di antara gedung-gedung perkantoran mahal.

Baca juga: Produktivitas dan Benefit dari Desain Ruang Kerja

Milenial sering dicap sebagai kumpulan orang yang bisa melakukan banyak hal dan hidupnya lebih fleksibel. Namun, semua itu malah akan jarang ditemui di coworking space. Para pekerja muda lebih senang duduk berlama-lama di balik laptop mereka. Mereka lebih senang saat pekerjaan sudah selesai dan bisa mengerjakan pekerjaan lainnya.

Lalu bagaimana dengan baby boomers? Kaum ini bisa melakukan lebih banyak lagi di coworking space. Dengan sejumlah pengalaman dan asam garam dunia pekerjaan, baby boomer punya keunggulan yang lebih dibanding pekerja yang lebih muda.

Lebih fleksibel

Inilah yang harus dimanfaatkan untuk terus bisa bertahan hidup dari tekanan ekonomi. Dilihat dari sisi kebiasaannya, baby boomers memang lebih fleksibel di coworking space dan lebih loyal dengan tempat mereka bekerja

Join Our Newsletter


Keterbalikan juga terjadi di dalam pekerjaan dua kaum ini. Di saat pekerja baby boomers sudah mulai mengembangkan bisnis sendiri dan bekerja layaknya seorang freelance, kaum milenial baru mulai meniti kariernya di perusahaan-perusahaan besar.

Tidak heran kalau para milenial butuh akses internet cepat selama 24 jam setiap harinya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka hingga akhirnya memenuhi setiap sudut coworking space

Di lain pihak, para baby boomers bisa memanfaatkan pengalaman untuk menjadi seorang consultant atau expert dari sebuah bidang untuk dibagi ke pada pekerja yang lebih muda. Memberikan sharing session kecil-kecilan untuk para pekerja muda tentunya bisa dilakukan sembari membuka peluang baru. Ada roda yang tetap dijalankan, ada pula roda baru yang diputar.

Baca juga: Mendesain Coworking Space untuk Semua Generasi

Nah, kembali ke bottom line dari coworking space. Tempat ini memang dibuat untuk mempertemukan peluang dengan peluang baru. Sebuah komunitas coworking space memang terbagi menjadi beberapa grup, 20-34 tahun, 35-49 tahun, dan 50-64 tahun.

Namun, pastinya masing-masing dari kategori umur tersebut bisa masuk ke dalam komunitas umur lainnya. Jadi, tidak ada salahnya para baby boomers meminta kursi kembali di coworking space.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *