Bagaimana Perkembangan Coworking Space di Indonesia? | Ubah Cara Kerjamu

Bagaimana Perkembangan Coworking Space di Indonesia?

Perkembangan Coworking space di Indonesia.

Senior Associate Director Colliers, Ferry Salanto, memprediksi coworking space akan terus berkembang dan menjadi tren baru bekerja di Indonesia.

Tren bekerja remote semakin menjamur di Indonesia, baik di kalangan pekerja berstatus karyawan ataupun para freelancer. Hal tersebut pun sejalan dengan perkembangan coworking space yang menjadi tempat favorit bagi sejumlah startup ataupun pekerja lepas yang ingin menyewa tempat kerja yang fleksibel dan kolaboratif.

Oleh karena itu, tidak heran jika sejumlah perusahaan beramai-ramai melirik coworking space sebagai bisnis yang menjanjikan. Bahkan, menurut laporan John Lang LaSalle, pada akhir 2018 diprediksi akan ada 1 juta coworking space di Indonesia.

Baca juga: 5 Alasan Coworking Space Masih Akan Terus Diminati

CoHive berkesempatan berbincang dengan Senior Associate Director Colliers, Ferry Salanto, untuk membahas bagaimana bisnis coworking space dapat tumbuh kian pesat di Indonesia. Berikut ini adalah wawancaranya:

Sudah cukup baikkah perkembangan coworking space Indonesia saat ini?

Dulu, coworking space sangat tematik. Orang yang punya interest di teknologi biasanya kumpul di suatu daerah dan melihat peluang. Ada lagi yang punya interest kebudayaan dan akhirnya berkumpul untuk membuat sebuah event.

Tempat itu yang sekarang menjadi gabungan, area untuk mengakomodasi komunitas sekaligus office space buat orang-orang yang memang butuh. Jadi, perkembangannya ada dan lebih luas. Sekarang sudah mulai merambah tidak hanya startup, tapi perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

Banyak perusahaan yang punya proyek ekspansi ke suatu daerah dan pastinya ingin tambahan orang. Sayangnya, mereka sudah tidak punya ruang kerja di tempat yang lama dan tidak mungkin juga sewa kantor lama di suatu daerah hanya sebentar.

Bagaimana dengan bisnis coworking space?

Secara hitungan bisnis dalam arti luas memang seperti tidak efisien. Tapi, coworking space punya fleksibilitas masa peminjaman dan tidak harus terikat waktu yang lama. Projeknya cuma dua bulan, ya sewanya dua bulan aja. Kalau hanya dua hari, ya dua hari saja. Ini yang buat bisnis tersebut berkembang.

Soal konsep sharing economy?

Kalau bicara sharing economy, biasanya masuknya ke efisiensi dengan kondisi bisnis yang bisa dibilang berat. Masih banyak ketidakpastian dari ekonomi sekarang, politik, juga nilai tukar dolar juga lagi tinggi sekarang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari dulu selalu kecil, di angka 5% dan belum sampai 6%. Ini yang buat ekonomi Indonesia stagnan.

Baca juga: Coworking Space dan Gairah Kehidupan Kantoran

Indonesia butuh yang lebih tinggi supaya sektor riil ini bisa bergerak. Kalau begini, akhirnya biasanya perusahaan melakukan efisiensi. Jadi, mau tidak mau, kita pun tinggal menunggu saja sampai market tahu kalau konsep sharing economy ini ada.

Menurut Anda, hal apa yang bisa membuat coworking space akan terus diminati banyak orang?

Dulu kan banyak orang yang kerja di cafe. Tapi, bedanya bekerja di sana tidak bisa tiba-tiba datang ke meja lain dan ngobrol. Akan jadi kagok. Kalau di coworking space dimungkinkan untuk melakukan itu. Kita akan punya pilihan di sana, ada yang open space untuk orang berinteraksi dan ada booth atau ruangan yang sama sekali tidak bisa mengganggu orang di dalam sana karena dia butuh ketenangan.

Konsepnya memang seperti cafe yang lebih formal. Namun, kadang kendalanya sosialisasi saja belum menyeluruh. Belum semua orang aware sama keberadaan tempat ini apalagi ke daerah di luar Jakarta. Ini masih konsep baru. Mungkin belum semuanya mengerti sehingga akhirnya, untuk saat ini masih belum seramai cafe.

Join Our Newsletter


Sejauh ini bagaimana Anda melihat sosialisasi para pemiliknya di Indonesia?

Kalau saya lihat sosialisasi pemilik coworking space ini sudah cukup bagus. Mereka sudah punya website dan Instagram juga Facebook. Jadi, orang-orang juga lebih tahu.

Selain itu, sudah ada juga yang mulai mensosialisasikan kepada perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dengan risiko yang tidak terlalu besar. Kondisi ekonomi sekarang juga buat perusahaan tidak terlalu ekspansif dan banyak yang mencari solusi fleksibel.

Baca juga: Coworking Space dan Tantangan Bernama Regulasi

Nanti pasar besarnya lebih ke korporasi bukan individual. Ya, seperti jualan produk saja. Lebih baik kliennya perusahaan, satu akun tapi nilainya besar. Dibanding individu yang banyak, tapi nilainya tidak seberapa. 

Jadi, yang diperlukan agar coworking space dapat terus berkembang?

Menurut saya, untuk saat ini, sosialisasinya perlu ditingkatkan lagi. Kalau mungkin sosialisasinya lebih gencar, baru coworking space akan semakin bergema untuk terus bertumbuh menjadi bisnis yang menjanjikan di Indonesia.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *