Bekerja Cerdas Menggunakan Coworking Space

Bekerja Cerdas Menggunakan Coworking Space

Kerja Cerdas di Coworking Space

Dari waktu ke waktu, ruang kantor memang berevolusi dengan mengadaptasi gaya pekerja modern, tapi tetap saja ada hal-hal yang sebenarnya harus segera dipangkas.

Kalau Anda sekarang bekerja di kantor, Anda tahu ada banyak hal yang akan mempengaruhi produktivitas. Banyaknya distrupsi di kantor akan buat Anda tidak selalu fokus pada pekerjaan, mulai dari rekan kerja yang berisik atau malah ruang kerja terlalu remang sehingga membuat semangat Anda turun.

Dari waktu ke waktu, ruang kantor memang berevolusi dengan mengadaptasi gaya pekerja modern, tapi tetap saja ada hal-hal yang sebenarnya harus segera dipangkas. Pekerja milenial, misalnya, yang sering kali dianggap mulai bosan dengan layout kantor konvensional.

Baca juga: Coliving Jadi Tren Baru Setelah Coworking Space Menjamur

Dua orang arsitek asal Inggris yang sangat memperhatikan ruang kerja, Dr. Francis Duffy dan Jack Tanis, pernah menulis, “Kita dalam bahaya saat terus membangun kantor yang cocok untuk orang-orang dari dekade awal dibandingkan untuk orang-orang di masa depan.”

Tidak jarang, Anda masih akan menemukan desain ruang kantor dengan cubicle dan membuat orang-orang yang duduk di dalamnya terkekang. Selain masalah ide, kurangnya fleksibilitas waktu kerja juga kadang menjadi kendala. Dua arsitek itu pun melanjutkan pernyataannya dengan, “ruang-ruang kantor lebih pas untuk mencekik inisiatif dibandingkan dengan merangsang sebuah inovasi baru.”

Solusi pindah ke ruang lain sebenarnya tepat untuk menjauhkan diri dari kekangan. Lebih baiknya, Anda menjadi seorang pekerja remote. Tipe pekerja ini semakin tahun semakin meningkat di seluruh dunia. Sebuah survei yang dilaporkan oleh Fast Company menyebutkan, lebih dari setengah karyawan full-time dari 34% perusahaan di Inggris akan bekerja secara remot pada tahun 2020 mendatang.

Pekerja Remote Jadi Solusi Pribadi

Di mana menemukan sebuah tempat terbaik untuk menyelesaikan semua pekerjaan? Saat Anda bisa bekerja di mana saja, Anda bisa bekerja di mana saja. Dulu orang memilih di rumah dengan alasan lebih nyaman, lalu semua mitos itu patah lantaran rumah ternyata lebih banyak gangguan dibanding kantor.

Kemudian cafe muncul sebagai kantor kedua yang menyediakan semua yang dibutuhkan untuk Anda bekerja; kopi dan internet—minus printer jika Anda masih butuh alat itu. Untuk urusan waktu, cafe bisa dibilang lebih unggul karena waktu operasi sebagian besar cafe mulai dari pagi sekali dan bahkan beberapa buka 24 jam. Jadi, Anda bisa mulai bekerja dari pagi sekali dan menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam.

Baca juga: Bagaimana Perkembangan Coworking Space di Indonesia?

Cafe tidak selalu buruk, tapi Anda mungkin terganggu dengan suara sekumpulan pengunjung yang memang ke sana untuk mengobrol. Gangguan pun bisa terjadi dari orang yang duduk di sebelah yang sama-sama membuka laptop, tapi membuka Facebook hanya untuk mengomentari foto yang baru di-post oleh temannya.

Sebagai seorang pekerja remotecoworking space jadi solusi yang bisa dibilang lebih baik dibanding rumah dan cafe. Anda bisa mendapatkan kenyamanan khas rumah, kopi dan internet cepat seperti di cafe, serta waktu yang sangat fleksibel, plus lebih minim gangguan.

Coworking space di Indonesia sendiri angkanya sudah lebih dari 200 bangunan (laporan dari Bisnis.com per Juni 2018). Dengan kata lain, Anda tidak perlu khawatir lagi untuk menemukan tempat ini dan menyelesaikan pekerjaan di sana. Jumlah yang banyak dan layout yang berbeda pun buat kamu bisa dengan mudah memilih tempat yang sesuai.

Seorang profesor dari University of Michigan’s Ross School of Business, Gretchen Spreitzer, juga mendukung hal tersebut bahwa Anda bebas memilih yang tepat, bahkan berpindah-pindah coworking space.

“Saya rasa bekerja di coworking space yang berbeda mampu memberikan stimulasi dan ide baru,” ujarnya. “Anda bisa berinteraksi dengan lebih banyak tipe orang yang mampu memberikan pandangan, jaringan, dan sumber daya baru untuk Anda.”

Join Our Newsletter


Bekerja dengan lingkungan yang baru pun buat banyak keuntungan. Anda bisa membuka laptop, memasang headset, lalu mulai masuk ke dalam pekerjaan Anda tanpa perlu takut diganggu oleh orang-orang di sebelah Anda. Saat Anda melakukannya, itu jadi sebuah tanda kalau Anda sedang dalam mode “tidak bisa diganggu.”

Fleksibilitas Waktu Sangat Dibutuhkan Banyak Orang

Sebuah pekerjaan butuh efektivitas. Anda tidak punya waktu seumur hidup hanya untuk menyelesaikan satu pekerjaan saja. Namun, pekerja modern lebih suka efektivitas ini dihubungkan dengan fleksibilitas. Seberapa besar sebuah perusahaan memberikan fleksibilitas untuk menunjang efektivitas dalam bekerja, itulah yang selalu jadi pertanyaan besar.

Sebut seorang seorang ibu yang baru dikaruniai seorang anak. Tidak jarang ibu-ibu muda harus merelakan pekerjaan mereka dan keluar dari perusahaan lantaran tidak mendapatkan fleksibiltas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Padahal, tidak jarang ada super-mom yang bisa melakukan 2-3 pekerjaan dalam satu waktu—termasuk mengurus anak.

Memberikan kesempatan penjadi pekerja remot seharusnya mulai jadi bahan pertimbangan buat para pimpinan perusahaan. Sebuah penelitian yang dilaporkan oleh Quartz menyebutkan, lebih dari separuh wanita mengurangi jam kerjanya setelah memiliki anak. Namun, kurang dari seperempat wanita tersebut mampu menggunakan waktunya untuk bekerja tersebut untuk bekerja jika mereka mau. Dengan kata lain, banyak wanita yang masih bisa bekerja dan mempertahankan produktivitas mereka saat diberi kesempatan dengan fleksibilitas waktu.

Baca juga: Coworking Space dan Gairah Kehidupan Kantoran

Bukan tidak mungkin juga jika para ibu-ibu ini mengerjakan pekerjaan mereka di sebuah coworking space yang menyediakan ruang untuk menyusui sambil mereka membuka laptop.

Nah, Anda tertarik bekerja di coworking space juga? Coba kunjungi milik kami di sini

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *