Startup Berikut Ini Berangkat dari Coworking Space | Ubah Cara Kerjamu

Startup Berikut Ini Berangkat dari Coworking Space

Startup dan Coworking Space

Empat startup ini berkembang karena bermula dari coworking space.

Sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara, perlahan tapi pasti gaya hidup masyarakat Indonesia pun mulai berubah. Apalagi, menurut data Center for Human Genetic Research, proyeksi startup di Indonesia akan terus bertambah ke depannya hingga mencapai angka 13.000 perusahaan pada 2020.

Oleh karenanya, baik disadari atau pun tidak, startup-startup ini berhasil membuka pandangan baru akan penggunaan kecanggihan teknologi. Contoh paling gampang dari perubahan gaya hidup ini adalah dengan adanya pergeseran budaya belanja. Sejak banyaknya e-commerce yang bermunculan, perlahan masyarakat Indonesia mulai terbiasa untuk berbelanja lewat dunia maya. Padahal dulunya transaksi jual beli hanya dilakukan dengan tatap muka.

Baca juga: Bekerja Cerdas Menggunakan Coworking Space

Perubahan gaya hidup ini juga tidak hanya soal penggunaan aplikasi untuk berbelanja, beberapa startup bahkan turut membantu dan mempermudah operasional kehidupan masyarakat kalangan menengah bawah Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya startupyang bergerak untuk menerapkan kecanggihan teknologi dalam sejumlah bidang, beberapa di antaranya pendidikan, pencarian kerja, hingga hukum. Seperti apa startup-startuptersebut? Mari berkenalan dengan mereka.

1. Cakap, belajar bahasa asing lebih mudah

Ingin kursus belajar asing, tapi tidak ingin datang ke tempat-tempat les, seperti biasanya? Tenang, sekarang sudah aplikasi Cakap yang menjadi jembatan baru bagi orang yang ingin belajar asing dengan cara online.

Cakap yang awalnya bernama Squline merupakan startup lembaga pendidikan online yang bertujuan menciptakan pengalaman baru belajar bahasa asing. Anda tidak perlu repot-repot ke tempat kursus. Di mana ada koneksi internet, Anda bisa belajar bahasa asing lewat aplikasi dari startup yang merupakan member CoHive ini, baik di rumah dan kantor.

Baca juga: Coworking Space dan Menjaga Keseimbangan Hidup dalam Bekerja

Berkat inovasi di bidang pendidikan ini, pada April 2019, Cakap menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) karena tercatat sebagai aplikasi Daring pertama belajar bahasa dengan interaksi dua arah secara langsung di Indonesia.

2. Ekrut, aplikasi pencarian kerja modern

Mau mencari pekerjaan sekarang Anda bisa menggunakan aplikasi Ekrut, startup yang merupakan layanan marketplace pencarian kerja. Aplikasi ini menghubungkan para perusahaan yang sedang mencari calon karyawan, dengan para calon pekerja.

Ekrut pertama kali beroperasi pada September 2016. Menurut data yang dilansir dari TechinAsia, Ekrut telah membantu puluhan perusahaan, mulai dari Tokopedia, Orami, hingga Gojek, yang ingin mencari calon karyawan. Total, lebih dari 1000 orang kandidat dikabarkan telah ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

Satu di antara keunggulan aplikasi Ekrut, antara lain adalah memangkas waktu proses seleksi pekerja, yang biasanya membutuhkan waktu kurang lebih delapan minggu oleh head hunting perusahaan. Dengan aplikasi ini, para head hunting perusahaan bisa merekrut karyawan hanya dengan waktu empat minggu saja.

3. Circledoo, berbagi keterampilan di mana saja

Circledoon merupakan aplikasi social network & skills sharing online pertama di Indonesia dan Asia yang bisa membuat masyarakat bisa berbagi dan mendapatkan keahlian di mana saja. Startup ini merilis aplikasi tersebut pada September 2017.

Salah satu keunggulan Circledoo adalah membuat orang dapat saling bertukar ilmu dengan mudah. Menariknya, proses pembelajaran tersebut tidak hanya dilakukan melalui onlinesaja, tetapi juga lewat ofline atau pertemuan langsung. Pengguna hanya tinggal mengatur jadwal pertemuan dengan pakar atau ahli yang ingin dituju.

Menurut artikel TechinAsia, Circledoo mendapat tanggapan sangat baik dari berbagai pihak. Bahkan, oleh TechinAsia, aplikasi tersebut dimasukkan ke dalam urutan kedua dalam daftar 17 startup yang menjanjikan pada 2017.

Join Our Newsletter


4. Lawble, mempermudah kerja para konsultan hukum

Lawble, merupakan aplikasi digital produk hukum pertama di Indonesia. Aplikasi ini merupakan karya PT Karya Digital Nusantara, startup pertama di bidang Regulatory Technology (RegTech), yang mempermudah kerja para konsultan hukum, industri, bisnis, regulator, pemerintah, dan juga tentunya masyarakat umum.

Saat pertama kali diluncurkan pada September 2017, Lawble mendapatkan respons positif dari sejumlah pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui aplikasi ini, mereka berharap masyarakat dapat terbantu untuk mengakses dan memahami seluruh peraturan hukum di Indonesia dengan mudah karena berbasis online.

Empat aplikasi di atas merupakan salah satu bukti nyata, startup tentunya berpeluang mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia khusus kaum menengah ke bawah. Beberapa di antaranya merupakan buah dari ide yang dikembangkan secara baik pada coworking space.

Baca juga: Baby Boomers: Bisakah Survive di Coworking Space?

Karena memang ruang kerja tersebut telah banyak dikenal sebagai sarang atau penghasil startup-startup yang akan mengubah gaya hidup orang banyak. Bila kalau ingin membuat startup yang sukses, jangan lupa untuk menggunakan coworking space sebagai tempat untuk menggodoknya seperti keempat aplikasi tersebut yang merupakan member coworking spacedi CoHive. 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *