Bekerja di Rumah: Menantang Kenyamanan Guna Menjunjung Produktivitas | Ubah Cara Kerjamu

Bekerja di Rumah: Menantang Kenyamanan Guna Menjunjung Produktivitas

Bekerja di rumah

Bekerja di rumah memang menyenangkan, meski terdapat beberapa realita yang harus dipahami agar semuanya dapat menunjang produktivitas Anda.

Era digital membuat orang bisa melakukan banyak hal dari mana saja. Kemajuan ini pun memunculkan kebiasaan bekerja di rumah untuk sejumlah pekerja kantoran di seluruh dunia. Indonesia pun kebagian kultur yang sebenarnya sangat menyenangkan ini. Menyelesaikan semuanya pekerjaan di rumah, angka rekening bank setiap bulan bertambah.

Baca juga: Coworking Space dan Stereotipe Budaya Kerja Timur

Menurut sebuah studi dari Institute of German Economics, bekerja dari rumah bukan hanya bagus untuk para karyawan yang menjalaninya, tapi juga memberikan banyak manfaat untuk karyawan tersebut. Bagaimana tidak? Profesor dari Stanford University, Nicholas Bloom, juga setuju dengan pola bekerja di rumah. Menurutnya, semua yang akan Anda dapatkan akan lebih efisien dari sisi pengeluaran bulanan. Anda bisa menghemat lebih dari Rp1 juta untuk tidak membayar transportasi dari rumah ke kantor dan sebaliknya.

Buat orang yang tinggal di kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, masalah kemacetan dan transportasi selalu jadi momok besar untuk setiap pekerja kantoran. Biarpun sekarang layanan ojek online sudah semakin mudah, tetap saja selalu ada perkara driver cancel, kehujanan, atau macet parah hingga tak bergerak.

Hasilnya, tingkat stres akan meningkat dan membuat produktivitas menurun. Melakukan semuanya di rumah pastinya akan buat Anda lebih jauh dari hal-hal menyebalkan tersebut. Nicholas Bloom pun menyebut, bekerja di rumah memberikan sebuah kenyamanan untuk seorang karyawan.

Saat bisa bekerja di rumah, berarti Anda bisa lebih banyak bertemu dengan keluarga. Situs The Culture Economy juga menemukan fleksibilitas bekerja, termasuk membebaskan karyawannnya bekerja di rumah akan memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk karyawan dan buat perusahaan jadi semakin besar. Survei yang dilakukan oleh Flexjobs juga membuktikan, 84 persen pekerja mencari perusahaan yang memberikan pekerjaan yang fleksibel.

Rumahku, Istanaku

Rumah mungkin jadi tempat sempurna untuk tinggal, tapi selalu memiliki cacat jika digunakan bekerja. Rumah memang awalnya diciptakan untuk tinggal, berkembang biak, dan bersatai. Jadi, bekerja di rumah juga punya sisi buruk buruknya. Sekarang mari kita simak beberapa sisi buruknya.

Memang, bekerja di rumah akan terdengar sangat sempurna sampai Anda tenggelam dalam sebuah kenyamanan. Akses internet pribadi biasanya buat Anda mau melakukan banyak hal untuk kepentingan diri sendiri. Hal yang lebih buruk lagi, Anda menerima panggilan di kasur kamar dan terbuai bersamanya.

Jika Anda memang sudah berkeluarga dan memiliki anak, gangguan tangisan bayi atau ajakan mereka untuk main membuat Anda harus jadi seorang ayah. Tinggal di sebuah permukiman juga akan buat Anda mudah sekali terganggu dengan tetangga yang berisik di pagi dan siang hari.

Baca juga: Pekerja Remote, Bisakah Atasi Risiko Kesepian dan Burnout?

Suasana rumah juga buat sebagian besar orang lebih santai, ya istilah “rumahku, istanaku” memang benar adanya. Tidak ada alasan untuk terburu-buru berangkat ke kantor untuk menghindari macet dan segera mungkin menyelesaikan pekerjaan supaya tidak lembur. Toh, tidak ada bos juga yang akan langsung menegur Anda saat terlalu lama main PUBG di smartphone.

Kemudahan dan kenyamanan seharusnya buat produktivitas lebih baik. Namun, hal tersebut hanya akan sia-sia jika tidak memanfaatkan semua yang Anda miliki.

Tips Tetap Produktif di Rumah

Butuh sebuah strategi khusus lain untuk menunjang produktivitas saat bekerja di rumah. Jangan sampai Anda terlena dengan keadaan di rumah. Anda harus membuat kebiasaan baru untuk membantu bekerja di rumah. Simak beberapa tipsnya di bawah ini!

1. Lakukan Hal yang Sama

Mau di rumah atau di kantor, sebenarnya yang Anda cari adalah tempat bekerja. Kalau memang rumah menawarkan suasana santai yang buat Anda malas, buat saja pikiran Anda layaknya pergi ke kantor. Tetap mandi pagi dan pakai pakaian yang bisa Anda pakai untuk pergi ke kantor. Lakukan juga semua yang bisa dilakukan di dekat kantor, seperti menyeduh kopi atau membeli makanan ringan. Apa pun harus Anda lakukan untuk merangsang otak.

2. Jauhkan Diri dari Media Sosial

Smartphone bisa memudahkan Anda untuk terhubung dengan dunia maya. Jadi, jauhkan benda itu selama beberapa jam. Namun, kadang browser di PC atau laptop Anda menyimpan data yang bisa langsung mudah terbuka saat menelusuri situsnya. Jika Anda menggunakan Chrome, ada baiknya berselancar dengan menggunakan mode “Incognito”.

Join Our Newsletter


3. Hanya Bekerja di Waktu Anda

Ya, setiap orang punya waktunya masing-masing. Sebagian besar morning person, mampu menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum makan siang. Sebagian orang lainnya baru akan memulai pekerjaan saat sore. Silakan pilih sendiri waktu produktif Anda. Namun, tetap berpegang teguh pada deadline. Saat semua pekerjaan harus diselesaikan siang hari, Anda harus memulainya dari pagi.

4. Tidak Selalu di Rumah

Mungkin rumah Anda belum memiliki internet atau setidaknya kursi dan meja untuk duduk berlama-lama menyelesaikan pekerjaan. Tak masalah pergi ke coworking space,atau resto kecil di sekitar rumah, tapi harus pastikan mereka memiliki akses internet. Ini lebih baik lagi. Dengan membayar, Anda wajib menyelesaikan sesuatu atau uang Anda untuk secangkir kopi akan sia-sia.

5. Gunakan Penanda Waktu

Kantor punya jam masuk dan jam pulang yang kadang sulit untuk dinegosiasikan. Namun, waktu Anda di rumah, bisa diatur dengan mudahnya. Pertama, Anda bisa melakukan satu pekerjaan dengan menyete album dari penyanyi favorit. Dengan begitu, Anda butuh berpikir cepat dan fokus untuk menyelesaikannya.

Cara lain juga adalah mengatur waktu untuk melakukan aktivitas lain. Misalnya, pergi ke gym pada pukul 16.00 sore dan buat Anda harus menyelesaikan pekerjaan setidaknya sampai pukul 15.00 WIB. Apa pun yang Anda buat, usahakan itu hal itu benar-benar Anda inginkan.

6. Tetap Menjaga Interaksi dengan Manusia

Anda hanya bekerja di rumah, bukan di bulan. Tetap menyaut saat dipanggil oleh orang rumah lainnya. Jika Anda melakukannya di coworking space, atau resto, buka obrolan dengan pramusaji. Misalnya, pilih topik menu favorit atau jam operasional—siapa tahu Anda mau pergi ke sana lebih pagi atau malam di waktu berikutnya.

Baca juga: 5 Alasan Coworking Space Masih Akan Terus Diminati

7. Siapkan Makanan Sebelumnya

Di rumah, Anda bisa memasak makanan sendiri. Namun, sebaiknya tidak dilakukan saat Anda mencari produktivitas bekerja. Jika memang mau bekerja di rumah, siapkan makanan malam sebelumnya. Ya, kalau mau lebih mudah lagi, pakai layanan ojek online. Pemilihan makanan pun harus dilakukan semalam sebelumnya, ya. Ingat, buat setiap menit Anda di rumah berguna.

8. Pakai Suara TV sebagai backsound.

Bukan untuk ditonton. Anda harus tetap menyalahkan TV dengan volume yang sangat kecil. Channel yang dipilih pun bukan favorit Anda, misalnya cerita sejarah. Setidaknya, Anda tidak akan mau menengok ke layar.

Itu dia beberapa tips untuk bekerja di rumah. Anda bisa melakukannya mulai dari besok.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *