Tren Bisnis Masa Depan Itu Bernama Augmented Reality dan Virtual Reality | Ubah Cara Kerjamu

Tren Bisnis Masa Depan Itu Bernama Augmented Reality dan Virtual Reality

Augmented Reality dan Virtual Reality

Augmented Reality dan Virtual Reality saat ini dianggap menjadi salah satu tren bisnis yang bisa Anda coba dalam era digital.

Teknologi Augmented Reality (AR) memang bukan barang baru di dunia saat ini. Inovasi ini sebenarnya sudah muncul sejak puluhan tahun silam di berbagai film bergenre fiksi ilmiah. Ya, memang baru dalam film, tetapi sebenarnya memang sudah dipikirkan oleh banyak orang. Saat semuanya sudah masuk ke dalam cerita layar lebar, itu seperti tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi sebuah kenyataan.

Sekarang semua orang pun membicarakan AR. Perusahaan, baik yang sudah punya nama atau yang pun yang selangkah lebih maju dari startup, berbondong-bondong menggunakan teknologi ini. Tahun 2016 jadi momen bersejarah dari teknologi AR di mata dunia. Pasalnya, sebuah perusahaan aplikasi bernama Niantic, Inc. meluncurkan game dari waralaba Pokémon di smartphone.

Baca juga: Startup Artificial Intelligence: Apa dan Bagaimana Potensi Bisnisnya?

Game yang diberi judul Pokémon Go ini terbilang cukup sederhana. Gamer hanya diminta untuk berkeliling dunia untuk berburu monster-monster menggemaskan di setiap sudut kota. Pokémon Go ini menggunakan tekonologi Augmented Reality dan membuat seolah-olah akan muncul Pikachu di layar smartphone Anda.

Hebatnya, game ini jadi sebuah fenomena besar dunia yang berhasil memaksa orang-orang untuk beranjak dari sofa nyaman rumah mereka supaya keluar rumah. Pokémon Go

pun dimanfaatkan oleh istri Presiden Amerika Serikat ke-44, Michele Obama, untuk menggalakkan kampanye menurunkan angka obesitas pada anak-anak muda di Amerika. Bisa dibilang ini sangat berhasil.

Laporan dari situs Entreprenuer.com, game Pokémon Go sudah diunduh lebih dari 800 juta di seluruh dunia dan masih ada lebih dari 147 juta pengguna aktif hingga Mei 2018. Pada September 2018, game tersebut sudah mendapatkan penghasilan $2.01 miliar atau setara dengan Rp28.4 triliun (1$=Rp14.000) di seluruh dunia.

Sebuah angka fantastis dari memanfaatkan teknologi AR. Pokémon Go sebenarnya bukan satu-satunya yang menggunakan teknologi masa depan ini. Dengan kata lain, AR cukup menjanjikan.

Peluang Bisnis AR yang Sangat Terbuka

Tak perlu berpikiran macem-macem dulu, Niantic, Inc. hanya membuat Pokémon Go dengan sangat sederhana, tapi menghasilkan pendapatan yang sangat luar biasa. Malahan, penggunaan AR bisa semakin membantu orang-orang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ambil contoh aplikasi map di smartphone. Saat pergi ke sebuah tempat baru, kadang orang sulit menentukan rumah makan yang akan didatangi, antara takut makanannya tidak sesuai selera atau ingin mencoba semua makanan. Teknologi AR bisa membantu seseorang untuk memilih rumah makan mana yang akan dia masuki, menu mana yang akan dipesan, dan pastinya mereka tidak lagi akan dibohongi dengan porsi terlalu kecil dengan harga yang kemahalan.

Baca juga: Startup Fintech dan Masa Depan UKM di Indonesia

Bukan hanya dalam gaya hidup dan kesenangan. Teknologi Augmented Reality juga seharusnya sudah masuk ke dalam kelas-kelas di sekolah. Tidak semua siswa di sekolah mendapatkan akses yang sama untuk melihat hewan untuk mempelajarinya. Begitu juga, tidak semua siswa sekolah melihat cara pembangunan gedung, jalanan, dan jembatan di kota-kota besar.

Peluang bisnis di industri lainnya pun masih sangat berpeluang jika mereka bisa memanfaatkan teknologi AR. Misalnya, di bidang retail, Anda bisa datang ke supermarket dan setiap orang tahu mereka akan ke rak mana dan membeli apa dengan bantuan teknologi AR. Selain itu, pada bidang e-commerce, teknologi AR dapat membantu Anda bentuk sebenarnya dari barang yang akan Anda beli. 

Augmented Reality vs Virtual Reality

Ada Augmented Reality (AR), ada juga Virtual Reality (VR). Dua teknologi yang sama-sama mengedepankan pengalaman langsung secara gambar dan suara tiga dimensi (3-D) berkualitas tinggi. Namun, ada satu-dua perbedaan yang buat teknologi semacam ini yang buat satu pihak lebih dipilih oleh banyak orang.

Join Our Newsletter


Dalam VR, Anda akan disuguhkan dunia yang berbeda di dalam setiap sudut pandang mata. Teknologi ini menggunakan algoritma komputer dan menambahkan layer baru dari objek-objek yang ada di dekat Anda. Untuk membuatnya berhasil “menipu” otak Anda, teknologi VR menambahkan ambiance untuk membuat Anda benar-benar ada di dunia itu. Anda bisa saja merasa ada di pantai atau rumah hantu dengan memanfaatkan teknologi ini.

Di sisi lain, AR juga menggunakan algoritma komputer berbeda untuk menandai semua titik di tempat yang ada sekarang. Lalu, sebuah sensor akan menandai lokasi dan membuat sesuatu muncul di kamera. Ini sama seperti melihat Pokémon di sudut rumah atau seperti tambahan kuping anjing saat menggunakan kamera selfie.

Kompas.com pun pernah melaporkan hasil riset dari Report Linker, sebuah perusahaan teknologi yang memberikan data analisis untuk laporan sebuah industri bisnis. Dalam laporannya, diprediksi pasar AR dan VR akan semakin besar dengan pertumbuhan 41,2 persen per tahun dalam periode 2016-2025. Perusahaan-peruhaan besar pun sudah terang-terangan sedang membangun tekonologi ini untuk dipasarkan dalam sebuah produk baru. Sebuah saja raksasa smartphone dunia, Apple, dan juga media sosial terbesar, Facebook.

Baca juga: Siapkah Generasi Millennial Menghadapi Tantangan Industri 4.0?

Dua hal ini diprediksi akan semakin berkembang di tahun 2020. Dilansir dari situs The App Solutions, pasar AR dan VR akan bertumbuh hingga $150 triliun bilang dibandingkan dengan tahun 2015. 

Belum bisa dikatakan terlalu terlambat, tapi sebaiknya perusahaan atau startup Anda sudah harus melirik teknologi ini jika belum menggunakannya sama sekali. Pemimpin perusahaan yang melewatkan teknologi ini dalam pemasaran produknya, mungkin akan kecewa dalam beberapa tahun ke depan.

Rasakan sensasi menggunakan teknologi VR bersama CoHive di sini

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *